Kali ini, yang akan saya sampaikan adalah seputar susuk. Bukan dalam pengertiannya yang lebih luas, tetapi secara spesifik dalam pengertiannya sebagai sarana pengasihan, yang dipakai dengan cara ditanamkan ke bawah kulit.

Entah itu berupa permata, atau logam emas. Kurang lebihnya, susuk yang kita kenal secara konvensional.

Susuk yang ditanam ini, wujudnya beda-beda. Ada yang berupa jarum, ada yang berupa butiran. Ada yang terbuat dari emas, ada yang terbuat dari berlian, perak, dan lain-lain.

Susuk konvensional, atau susuk tanam ini dipakai dengan cara dimasukkan atau disusupkan ke bawah kulit. Dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik atau pesona seseorang.

Secara pribadi saya memang tidak begitu menyarankan susuk, yang dipasang dengan cara memasukkan benda asing ke dalam bagian tubuh tertentu. Masih ada cara lain yang lebih efektif dan bebas resiko. Sedangkan kalau susuk konvensional semacam ini, tentu saja ada pantangannya.

Pantangan itulah, yang akan saya sebutkan beberapa.

Pertama, pantangan orang yang pasang susuk adalah tidak boleh makan sate. Sate apapun itu. Dipercaya, bahwa jika tidak mematuhi pantangan ini, maka khasiat susuk yang ditanam akan hilang.

Khususnya, yang tidak boleh adalah memakan daging sate, yang masih melekat pada tusukannya. Jadi misalnya makan daging kambing, yang dibumbu sate, tapi cara masaknya tidak ditusuk pada tusukan, ya boleh boleh saja.

Pantangan kedua, adalah menyentuh atau mengkonsumsi daun kelor. Mengapa demikian? Karena daun kelor dikenal sebagai tanaman yang dapat menetralisir segala daya magis. Termasuk susuk, pelet, jimat, dan guna-guna juga. Makanya kelor banyak digunakan sebagai media penyembuhan santet.

Pantangan berikutnya, adalah tidak boleh makan pisang emas. Alasannya sama dengan daun kelor, yaitu karena pisang ini mampu menetralisir kemampuan supranatural seseorang. Beberapa praktisi juga meyakini, bahwa selain pisang emas, pisang tanduk juga dilarang.

Masih berupa makanan, pantangan keempat adalah dilarang mengkonsumsi labu air. Karena getahnya dikatakan dapat melunturkan daya magis pada susuk konvensional.

Makanan berikutnya yang pantang dikonsumsi pemasang susuk adalah jantung pisang. Cuma memang, masakan berbahan jantung pisang makin hari makin jarang ditemukan. Sehingga tidak banyak orang yang mengetahui, bahwa jantung pisang tidak boleh dikonsumsi oleh mereka yang pakai susuk tanam.

Ada lagi pantangan yg tidak berupa makanan. Yaitu pantang melintas di bawah jemuran. Dalam hal ini, tentu saja jemuran yang dimaksud adalah jemuran yang berupa tali panjang. Karena kalau di jaman sekarang, jemuran kan kebanyakan sudah berupa jemuran lipat, yang berbahan aluminium. Sehingga kemungkinan seseorang melanggar pantangan ini sebenarnya cukup kecil.

Di luar pantangan-pantangan tersebut, secara luas masyarakat juga meyakini bahwa pemasangan susuk kerap kali menjadikan orangnya susah mati. Mau sakit separah apapun, selama susuknya belum dilepas, maka tidak akan bisa orang ini meninggal. Kepercayaan masyarakat semacam itu.

Jadi kalau Anda tidak siap dengan semua resiko ini, ya sebaiknya jangan. Pilih susuk halal saja. Yang tidak ada resiko ataupun pantangannya.

Penjelasan mengenai pantangan susuk konvensional ini, secara otomatis turut menjawab pertanyaan, seputar bagaimana cara mengetahui orang yang pasang susuk. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah seseorang itu pakai susuk atau tidak, ya dengan melihat apakah dia berani melanggar pantangan-pantangan, yang baru saja saya sebutkan.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Beberapa Pantangan Susuk Konvensional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!