Kali ini, kita akan kembali membahas seputar hubungan rumah tangga. Lebih tepatnya lagi, kita akan membahas tentang mengapa, ada kalanya orang memilih untuk meninggalkan pasangannya, padahal sebenarnya ia masih sangat cinta. Entah itu suami yang meninggalkan istri, atau istri yang meninggalkan suami.

Sebagian dari Anda mungkin heran, apakah benar ada yang seperti itu? Karena sepemahaman kita, kebanyakan orang memutuskan untuk berpisah, atau memutuskan untuk meninggalkan, karena memang sudah tidak cinta lagi. Atau bahkan karena ada orang ketiga.

Tetapi kenyataannya, menjalin suatu hubungan yang serius itu memang tidak sederhana. Apalagi hubungan rumah tangga. Ada kalanya seseorang merasa dirinya harus pergi, padahal dalam hatinya masih sangat cinta pada pasangannya ini.

Nah, apa saja yang seringkali menjadikan seseorang, memilih untuk meninggalkan pasangannya, walaupun sebenarnya ia masih cinta?

Penyebab yang pertama, adalah karena ia merasakan beban emosional yang terlalu berat untuk ditanggung. Ini biasanya terjadi pada pernikahan yang dijalani terlalu dini. Baik suami maupun istri masih sama-sama belia, dan berpikir bahwa pernikahan itu isinya hanya indah-indah saja.


Baca Juga :


Sehingga ketika terjadi suatu masalah, masing-masing merasa tidak sanggup menanggung, dan memilih untuk pergi. Kebanyakan kasus yang terjadi, adalah masing-masing orang menuntut pasangannya untuk membuat dirinya bahagia.

Tapi ia tidak pernah berpikir, bahwa dirinya sendiri juga bertanggung jawab atas kebahagiaan pasangannya. Sehingga ketika harapan atau tuntutannya tersebut tidak terwujud, ia pun kecewa. Dan bertekad untuk mengakhiri pernikahan.

Itulah alasan pertama.

Sedangkan alasan yang kedua, adalah karena ada terlalu banyak hal negative, yang membuat pasangan kewalahan.
Ketika pasangan kita merasa dirinya dijatuhi begitu banyak ekspektasi, maka hal ini akan menjadikan beban baginya. Sehingga mungkin ia akan memutuskan untuk pergi. Sebab sudah tidak sanggup lagi menghadapi.

Kemudian penyebab ketiga, pasangan bisa saja meninggalkan kita, walaupun ia sebenarnya masih cinta, bila pada dasarnya ia belum siap untuk berkomitmen jangka panjang.

Tidak sedikit, orang yang memutuskan untuk menikah, bukan karena sudah siap. Tetapi karena tekanan sosial. Setiap kali bertemu orang ditanya kapan kawin. Setiap kali ke kondangan ditanya kapan menyusul.

Akhirnya buru-burulah ia memutuskan untuk menikah, padahal sebenarnya belum siap untuk berkomitmen jangka panjang. Ujung-ujungnya, ia akan kewalahan. Karena yang namanya tanggung jawab dalam berumah tangga itu tidak sedikit.

Lanjut ke penyebab keempat Orang bisa saja memilih untuk meninggalkan pasangan yang masih dicintainya, jika ia merasa kehilangan jati dirinya sendiri. Namanya pernikahan, itu jelas akan membawa perubahan besar. Kita harus rela meninggalkan semua kenyamanan hidup saat masih melajang.

Dan juga harus mau belajar untuk berkompromi dan mengalah pada pasangan. Bahkan ada kalanya kita harus rela pula meninggalkan semua hobi dan kegemaran yang tadinya rutin kita lakukan.

Tidak jarang, orang jadi merasa seakan dirinya dipaksa menjadi orang lain. Dipaksa menjadi kuat, padahal belum saatnya menjadi kuat. Dipaksa menjadi tegar, padahal aslinya ingin menangis. Hingga lama kelamaan, tentu saja ia akan menjadi tidak kerasan.

Kemudian penyebab kelimanya, adalah kehidupan seks yang tidak hangat. Menikah, itu memang bukan soal seks. Tetapi hubungan seks yang tidak memuaskan, juga akan membuat hubungan tersebut menjadi hambar.

Sedangkan penyebab yang terakhir, atau penyebab keenam, adalah karena merasa lelah, setiap saat selalu dibanding-bandingkan dengan orang lain. Ini bisa terjadi, baik pada istri maupun suami.

Bila kita terus menerus dibandingkan dengan orang lain, dibandingkan dengan istri orang lain, dibandingkan dengan suami orang lain, lama kelamaan pasti kita akan merasa rendah juga.

Bayangkan, jika pasangan Anda selalu menyebut-nyebut nama perempuan lain di hadapan Anda. Atau selalu menyebut-nyebut nama lelaki lain di hadapan Anda. Anda pasti akan merasa tidak dicintai, dan lambat laun memutuskan untuk pergi. Inilah mengapa, tidak baik bagi kita, untuk membanding-bandingkan pasangan kita, dengan orang lain. Siapapun itu. Dalam konteks apapun itu.

Kurang lebihnya, itulah enam alasan yang menjadikan seseorang memutuskan, untuk meninggalkan pasangan yang masih sangat dicintainya. Anda sendiri, bagaimana? Pernahkah merasa terpaksa meninggalkan seseorang, yang sebenarnya masih Anda cintai? Boleh ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Pasangan Meninggalkan Kita, Padahal Sebenarnya Masih Cinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!