Kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana cara menghadapi atasan yang kejam. Dan senang berbuat sewenang-wenang. Jadi bagi Anda, yang mungkin memiliki atasan seperti itu, tidak ada salahnya membaca artikel ini sampai selesai.

Sebagaimana kebanyakan orang, Anda tentunya ingin memiliki atasan yang baik. Yang memberikan instruksi kerja dengan jelas, dan mendukung kemajuan karir Anda. Tetapi realita memang seringkali tidak sejalan dengan ekspektasi, dan kita harus bersedia untuk menerima itu.

Banyak dari kita, setiap hari dihadapkan dengan atasan yang suka berbuat semena-mena. Mentang-mentang dia bosnya. Atasan yang tidak pernah mau tahu kesulitan Anda dalam bekerja, dan hanya bisa menekan Anda untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Bahkan, tidak jarang seorang atasan yang kejam malah mengeluarkan kata-kata kasar, dan memaksa anak buahnya untuk bekerja, hingga melampaui jam kerja yang ditetapkan.

Kondisi semacam ini, pastinya akan membuat Anda tertekan. Untuk itu, berikut saya sebutkan beberapa cara atau langkah yang dapat Anda tempuh, dalam upaya untuk menghadapi atasan yang demikian.

1. Tetaplah Fokus Pada Pekerjaan Anda

Yang pertama, adalah fokuslah dulu pada pekerjaan Anda. Karena yang menjadi tanggung jawab Anda, adalah ini. Menyelesaikan pekerjaan. Lupakan seperti apa sikap atasan Anda, dan ingatlah bahwa Anda ada disana, memang untuk bekerja.

Kerjakan saja sedikit demi sedikit, sehingga tanpa terasa pekerjaan tersebut selesai dengan baik. Anda akan merasa jauh lebih nyaman dalam bersikap, manakala pekerjaan Anda sudah selesai. Semakin pekerjaan Anda tidak selesai, maka Anda akan semakin merasa tertekan ketika menghadapi atasan.


Baca Juga :


2. Ikuti Aturan Yang Berlaku Dalam Pekerjaan Anda

Lalu yang kedua, selain fokus pada pekerjaan, ikutilah aturan di tempat Anda bekerja. Contoh, datanglah tepat waktu. Dan jangan pernah melakukan kekerasan fisik maupun psikis pada siapapun.

Mengapa penting bagi kita, untuk mengikuti aturan yang berlaku? Sebab dengan mengikuti aturan dengan baik dan benar, maka Anda tidak akan memiliki masalah lain. Tidak menambah beban pikiran Anda, yang sudah suntuk, dengan tingkah atasan yang kejam.

Bila Anda datang terlambat, membuang-buang waktu kerja, atau bahkan merusak asset perusahaan, maka atasan akan semakin punya alat untuk menyerang Anda dengan bebas.

3. Baca Kontrak Kerja

Selanjutnya, cara yang ketiga, bacalah kontrak kerja Anda baik-baik. Terutama, terkait kewajiban dan hak-hak Anda. Jika Anda merasa, bahwa kewajiban-kewajiban ini telah terpenuhi, maka cermatilah hak Anda. Bila hak Anda ini ternyata dilanggar oleh atasan, maka menghadaplah untuk mendiskusikannya.

Ketika berdiskusi, utarakanlah pendapat Anda terkait hak-hak tersebut. Dengan bahasa yang sopan. Jujurlah bahwa Anda memang merasa tidak nyaman.

Sebagai contoh saja, misalnya Anda berhak untuk pulang tepat waktu. Maka sampaikanlah, bahwa sulit bagi Anda untuk mengikuti keinginan atasan yang selalu meminta Anda bekerja hingga larut malam.

Jangan takut, selama Anda memang benar. Teguhlah pada pendirian dan pendapat Anda. Bila langkah ketiga ini belum membuahkan hasil, atasan tetap bersikeras, maka tidak ada jalan lain bagi Anda, selain berkonsultasi dengan personalia. Sampaikan seperti apa persoalan Anda dengan atasan Anda yang kejam ini. Inilah langkah keempat.

Di banyak kasus, personalia dapat membantu menyelesaikan masalah ini dengan baik.

Lalu, bagaimana bila personalia tidak dapat membantu kita? Maka langkah kelimanya, adalah dengan mengadukan masalah Anda pada serikat pekerja. Sampaikan juga, bahwa Anda sudah menempuh berbagai cara, namun belum ada satupun yang dapat membantu.

Pada umumnya, serikat pekerja akan membawa masalah ini ke dalam rapat internal, dan kemudian mendiskusikannya dengan pihak perusahaan. Sebab merupakan salah satu kewajiban mereka, untuk melindungi hak-hak karyawan.

Sambil Anda mengambil langkah kelima tadi, untuk langkah keenamnya, Anda bisa mencari lowongan kerja di tempat lain. Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk, karena Anda berhak mendapatkan tempat kerja yang lebih baik, untuk perkembangan karir Anda.

Terakhir, atau langkah ketujuh, bila memang Anda sudah mendapatkan peluang untuk bekerja di tempat lain, tidak ada salahnya bila Anda lebih memilih untuk mengundurkan diri, dari pekerjaan Anda saat ini.

Bagaimana kalau kita belum mendapatkan pekerjaan di tempat lain? Apakah boleh kita mundur sekarang, karena atasan sudah terlalu kejam?

Boleh, tentu saja. Meskipun langkah ini jelas beresiko. Tetapi Anda tetap berhak membuat pilihan tersebut. Lagipula, buat apa memaksakan diri, untuk bekerja di tempat yang menyiksa hati dan pikiran Anda?

Jangan menganggap ini sebagai kegagalan Anda, juga jangan menganggap ini sebagai kesalahan Anda. Anggaplah bahwa ini merupakan salah satu cara Tuhan, untuk menunjukkan bahwa rejeki Anda sesungguhnya bukan disana.
Bisa jadi, Anda sesungguhnya lebih berpotensi membangun bisnis Anda sendiri, bukan bekerja di bawah orang lain.

Akhir kata, untuk Anda yang saat ini dihadapkan, pada atasan yang kerap bertindak kejam dan semena-mena, saya doakan yang terbaik. Dan semoga lekas mendapatkan yang terbaik pula.


Konsultasi Seputar Hal Spiritual, Pelarisan dan Pengasihan, Dengan Ibu Dewi langsung dibawah ini :

Atau Hubungi Admin Mas Wahyu dibawah ini :

Tips Untuk Anda Cara Menghadapi Atasan yang Kejam Dalam Pekerjaan
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!